Ia mengatakan, para aktivis HAM di Indonesia hampir tidak mungkin
diharapkan untuk mengatakan Israel dan pendukungnya melanggar HAM berat
secara internasional. "Mereka, para penggiat HAM Indonesia, pada umumnya
lebih suka meneliti bangsanya sendiri dengan tuduhan melanggar HAM
berat”.
Mana mungkin Penggiat HAM Indonesia mengutuk aksi kebrutalan Israel?
Mereka tentu berpikir ribuan kali untuk mengeluarkan kritikan apalagi
kecaman kepada “juragan” penyandang dana yang nantinya malah menggoyang
kelangsungan pekerjaan mereka.
Aktivis HAM biasanya lebih lancar berbicara tentang konflik Sampang,
Poso, Cikesik, Ciketing, Cirebon, Solo, Ambon, Papua, Lampung, Aceh,
dan yang terakhir membela PKI sebagai korban.
Kiai Hasyim menuturkan, mereka tu mengangkat persoalan bukan untuk
mencari penyelesaian dalam nuansa ke-Indonesiaan, tapi hanya mencatat
serangkaian insiden untuk kemudian dilaporkan ke luar negeri, agar asing
bisa menghukum Indonesia.
"Pekerjaan bisnis HAM semacam ini tentu tidak berguna untuk Indonesia
dan juga tidak terpuji. Apalagi kalau berdasarkan program paket bantuan
asing, tentu pekerjaan memalukan," tandasnya.
Oleh karena itu, para aktivis HAM ini hampir tidak mungkin diharapkan
untuk memperjuangkan HAM di kancah internasional. “Hampir tidak mungkin
diharapkan untuk mengatakan Israel atau pendukungnya melanggar HAM
berat secara internasional," kata Kiai Hasyim Muzadi, Jumat
(23/11/2012).
Selain itu Kiai Hasyim juga menanggapi agresi yang dilakukan oleh
Zionis Israel di gaza. Menurutnya Israel tidak akan mempan dikutuk
karena mereka sesungguhnya hanya tahu kepentingannya sendiri. Yang
terpenting adalah persatuan fatah dan hamas.
“Yang diperlukan sebenarnya pertama kali adalah persatuan fatah dan
hamas yang selama ini terus diadu domba habis-habisan oleh Israel.
Kemudian perlu kesadaran negara arab yang melingkunginya dalam membantu
patestina dg sungguh dan jujur. Karena sampai hari ini setiap negara
Arab/ Islam diserang agresor, selalu saja berpangkalan di salah satu
negara islam sendiri”, lanjutnya.
Menurutnya, liga arab tampak lebih membantu kepentingan barat
daripada bangsa rasnya sendiri. PBB pun selalu tumpul ketika israel
melanggam ham internasional, Sangat berbeda kalau yang "dituduh"
melanggar ham itu adalah negara islam yang tidak disuka oleh Zionis,
langsung dihukum dan diserbu . Dan "penyerbuan" itupun atas nama hak
asasi manusia.
Karena itu, kata KH Hasyim Muzadi, kaum Muslimin di Indonesia sudah
saatnya merapatkan barisan. Tidak boleh ada lagi lembaga Islam atau
"yang keislam-islaman" terpengaruh terhadap program intervensi pemikiran
ini hanya karena ingin disebut intelek atau berwawasan global.
"Waspadalah kaum Muslimin dan Bangsa Indonesia terhadap HAM yang westernis dan neokomunis," pungkasnya.
source
voaislam/jum'at,30nov2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar