Laman

Sabtu, 28 Januari 2012

Bela Syi'ah Tak Sesat, Said Aqil Siradj Khianati Khittah NU

 
Ketua Umum (PBNU) 
Said Aqil Siradj

JAKARTA (voa-islam.com) — Garansi Said Aqil Siradj bahwa Syi’ah bukan aliran sesat menuai kontroversi dari internal NU. Anggota Syuriah Pimpinan Wilayah NU Jawa Timur memvonis Said Aqil telah menyimpang dan mengkhianati khittah NU.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan ajaran Syi’ah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni.
“Di universitas Islam mana pun tidak ada yang menganggap Syi’ah sesat,” ujar Said seperti dikutip tempo, Jum’at (27/1/2012). Said merujuk pada kurikulum pendidikan pada almamaternya Universitas Ummul Quro di Arab Saudi yang dikenal sebagai pusat Wahabi yang keras. “Wahabi yang keras saja menggolongkan Syi’ah bukan sesat,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kurikulum Al-Firqah Al-Islamiyah ajaran Khawarij, Jabariyah, Mu’tazilah, dan Syi’ah masih dinilai sebagai Islam. “Ulama Sunni seperti Ibnu Khazm menilai Syi’ah itu Islam,” katanya.
Said menambahkan, pada tahun 2006, NU bahkan memfatwakan bahwa Syi’ah bukan aliran sesat. “NU tidak pernah keras,” ujarnya.

Pembelaan Said terhadap sekte Syi’ah itu disampaikan untuk menanggapi pernyataan Menteri Agama Suryadarma Ali yang menilai Syi’ah sebagai ajaran sesat.
Said bahkan mendesak Suryadarma Ali yang juga kader NU itu meminta maaf demi persatuan bangsa. “Saya setuju dengan permintaan maaf itu,” katanya.

Mendengar pembelaan Said Aqil terhadap kesesatan Syi’ah itu, A'wan   Syuriyah   Pimpinan Wilayah NU (PWNU)  Jatim Habib Achmad Zein Alkaf sangat terkejut. “Saya sangat terkejut dengan komentar Said Agil Siraj ketika menanggapi keterangan Menteri Agama bertalian dengan aliran sesat Syi’ah,” ujarnya kepada voa-islam.com, Jumat sore (27/1/2012).

Habib Zain, sapaan akrabnya, sangat menyayangkan pernyataan Ketua Umum PBNU yang bertolak belakang dengan aspirasi warga Nahdliyin. “Ini sangat disayangkan oleh umat Islam terutama warga Nahdhiyyin yang sedang bangkit melawan Syi’ah,” jelas Habib Zein yang juga Anggota  Komisi   Fatwa   MUI  Jatim itu.

Dengan menggaransi Syi’ah sebagai ajaran yang tidak sesat, jelas Habib Zein, berarti Said Aqil melakukan penyimpangan dan pengkhianatan terhadap NU dan para pendiri NU.
“Said Aqil ini bukan saja sudah menyimpang tapi juga sudah berkhianat kepada Nahdlatul Ulama. KH Hasyim Asy’ari sudah menyebut Syi’ah Zaidiyah dan Syi’ah Imamiyah ini sebagai kelompok ahlul bid’ah,” tegas Ketua bidang Organisasi Albayyinat itu.
 
Pembelaan-pembelaan terhadap sekte Syi’ah itu, jelas Habib Zein, bisa memicu ketidakpercayaan warga Nahdliyin terhadap kepemimpinan Said Aqil sebagai Ketua Umum PBNU. “Saya atas nama pribadi, sebagai warga Nahdliyin takut kalau ini dapat memicu ketidakpercayaan umat terhadap pemimpinnya yang dinilai sudah jauh menyimpang dari apa yang sudah digariskan oleh pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari,” tandasnya.  


Kutipan :
VOA [taz, ahmed widad]
Sabtu, 28 Jan 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar