Laman

Jumat, 01 Juni 2012

Hari Pancasila, 13 Ormas Bentuk Lembaga Persahabatan Ormas Islam

Jakarta Bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni, 13 ormas berbasis massa Islam mengukuhkan berdirinya Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI). LPOI berkomitmen terhadap 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

"LPOI yang resmi dikukuhkan tanggal 1 Juni, diilhami oleh semangat kelahiran Pancasila. Semua ormas yang tergabung dalam LPOI memiliki komitmen yang sama terhadap 4 pilar demokrasi, dengan mendeklarasikan sikap anti kekerasan," ujar Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj.

Hal itu dikatakan dalam sambutan acara pengukuhan berdirinya LPOI di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jl. Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Jumat (1/6/2012).

13 ormas tersebut adalah 
  1. Nahddlatul Ulama, 
  2. Persis, 
  3. Al Irsyad Al Islamiyah, 
  4. Al Ittihadiyah, 
  5. Mathlaul Anwar, 
  6. Arrabithah Al Alawiyah, 
  7. Al Wasliyah, 
  8. Adz Dzikra, 
  9. Ayariat Islam Indonesia, 
  10. Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, 
  11. Ikadi. 
  12. Perti, 
  13. Dewan Dakwah Islamiyah. 
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UI Gumilar R Sumantri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kabaharkam Polri, Komjen Pol Imam Sudjarwo dan tokoh-tokoh ormas lainnya.

Said mengatakan tidak ada dalam agama manapun yang mengajarkan kekerasan. Bergabungnya 13 ormas Islam ini memiliki komitmen yang sama untuk menolak segala macam kekerasan.

"LPOI dibentuk bukan untuk menghadapi siapa-siapa, bukan untuk memusuhi siapa-siapa. LPOI juga tidak memiliki kepentingan politik apapun," ungkap Said.

Usai acara, saat dicegat wartawan, Said ditanya soal masih adanya ormas Islam yang sering menggunakan kekerasan. Said meminta kepada pemerintah agar menindak tegas para ormas tersebut.

"Yang merusak dan mengganggu stabilitas NKRI, saya mohon kepada pemerintah untuk tegas segera dibubarkan," tegasnya.

Said menolak LPOI dibentuk untuk menandingi ormas-ormas Islam yang sering melakukan kekerasan. Said berjanji LPOI akan melakukan dialog dengan ormas-ormas tersebut. LPOI juga akan menjadi forum dialog antar ormas-ormas lainnya.

"Ya kita akan dialogkan, kami tidak untuk menghadapi siapa-siapa. Misalnya ada sesuatu yang harus kita tanggapi terkait kepentingan bersama, kita akan gunakan forum ini. Ini forum formal yang berbadan hukum," kata Said.

Sementara itu terkait Pancasila, menurut Said, tidak hanya sekadar simbol saja. Namun Pancasila harus dijiwai untuk berbangsa dan bernegara.

"Pancasila itu bukan hanya sekadar simbol, sekadar dihapal, bukan hanya ditatar P4 seperti saat Orba. Tapi menjiwai untuk berbangsa dan bernegara. Saat ini belum tuntas nation building dan character building kita. Buktinya ada pembangunan gereja yang orang Islam keberatan, ada pembangunan masjid yang orang Kristen nggak mau," tutupnya.(mpr/nrl)
source:
Sukma Indah Permana - detikNews
Jumat, 01/06/2012 17:28 WIB  








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar