Laman

Jumat, 13 April 2012

Joserizal Jurnalis:SBY Ingkar Janji Dirikan RS Indonesia di Gaza

Jakarta – Mer-C (Medical Emergency Rescue Commitee) menyatakan kekecewaannya terhadap Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang sebelumnya pernah berjanji di hadapan Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk mendirikan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Meski Pemerintah ingkar janji, pembangunan RS Indonesia di Gaza tetap akan dilaksanakan.

Masih segar dalam ingatan, SB berjanji akan menyumbangkan dana senilai Rp. 20 miliar untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza, tepatnta pada 20 Mei 2010 lalu. Dan ternyata, bukan hanya SBY, pihak legislatif (DPR) pun telah mengingkari komitmennya untuk mendirikan RS Indonesia di Gaza. Padahal, saat kunjungan ke parlemen, dan dalam rapat-rapat interdept, MER-C telah berkoordinasi dengan Komisi I DPR,  Menko Kesra, Staf Menkeu, Menkes dan Sekneg.

”Di tengah jalan, pemerintah ngeles, sehingga dana bantuan yang dijanjikan itu tidak terealisasi. Sungguh mengecewakan komitmen pemeritah tersebut,” ujar Presidium MER-C Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT dalam Media Gathering di sekretariat MER-C, Jl. Kramat Lontar No. J-157, Jakarta Pusat.

Joserizal menyayangkan usulan Hidayat Nur Wahid selaku parlemen, yang menginginkan agar rencana mendirikan RS Indonesia di Gaza diserahkan pada Islamic Development Bank (IDB). Mer-C sudah mengingatkan Hidayat Nur Wahid, untuk tidak melibatkan IDB, karena nanti akan runyam. Mengingat, sejak awal, pembangunan RS Indonesia didukung penuh oleh masyarakat Indonesia, baik moril maupun materil. Karena itu pemerintah Indonsia harus merealisasikan pembangunan RS tersebut. ” Saat ini yang mendirikan RS di Gaza hanya Indonesia, tidak ada yang lain."

IDB sendiri hingga saat ini belum melaksanakan proyek apapun di Gaza. Seperti diketahui, ada anak bangsa yang tengah berjuang mati-matian agar RS Indonesia selesai pembangunannya di sana. Yang jelas, sudah setahun relawan MER-C bertahan disana. Silahkan teman-teman wartawan mengkonfirmasi Hidayat Nur Wahid kenapa mengandalkan IDB, dan tidak mempercayakannya ke MERC.

Dijelaskan Joserizal, saat ini proses pembangunan RS Indonesia di Bayt Lahiya, Gza Utara, baru sampai membangun struktur, belum instalansi air, listrik, gas, dan alat perlengkapan medis. ”Dibutuhkan dana Rp. 15 milyar lagi. Yang penting RS Indonesia berdiri dulu.  Sangat disesalkan, jika semangat dari masyarakat tidak ketemu dengan pemerintah dan wakil kita di parlemen. Saya tidak mengerti kenapa pemerintah tidak mau bekerjasama dengan kita,” tegas Joserizal. 

Kutipan :
Desastian / VoA-Islam
Senin, 18 Jul 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar