Laman

Senin, 28 Mei 2012

Doa adalah Senjata Terakhir Orang Beriman, Konser Setan Gaga pun Batal

JAKARTA  – Do’a adalah senjata terakhir orang beriman. Ketika doa dilaungkan dengan  khusyuk  dan penuh harap, yakinlah pertolongan Allah pasti datang. Dalam berhaji, umat Islam berkewajiban melempar jumrah sebagai bentuk permusuhan terhadap setan. Untuk menghadapi perangai setan seperti Lady Gaga, orang beriman hendaknya membaca ayat-ayat ketika meruqyah seseorang yang kemasukan setan.

Demikian dikatakan Ketua Majelis Zikir Az Zikra Ustadz Abdul Syukur  kepada Voa-Islam usai Acara Dzikir, Doa dan Tausyiah “Menolak Sihir Setan Gaga” di secretariat Ar Rahman Qur’anic Learning Center (AQL) pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir, Lc di bilangan Tebet, Jakarta Selatan.

Dikatakan Ustadz Syukur, demikian ustadz muda ini akrab disapa, sikap Majelis Az Zikra bersama kaum muslimin dan sejumlah ormas Islam yang menolak Lady Gaga. “Suara kita sama. Memang kadang, ekspresi setiap orang berbeda-beda. Ada yang berekspresi dengan gerakan, ada yang dengan doa, dan ada pula dengan hati. Tapi, yang pasti setiap orang beriman tidak suka dengan kemaksiatan,” kata Ketua Yayasan Az Zikra ini.

Secara fisik, Lady Gaga memang bukan setan dalam pengertian makhluk yang diciptakan Allah. Tapi jika melihat perangai dan gaya hidupnya, ia termasuk setan dari jenis manusia. Seperti diketahui, setan itu terdiri dari kelompok jin dan manusia. “Ritual dalam setiap pertunjukan seni budaya yang diusung Gaga nyatanya mengikuti setan,” kata Ustadz Syukur.  

Ditegaskan, Majelis Az Zikra selalu mendukung penegakan amar maruf nahi mungkar dengan segala ekspresinya. “Memang harus ada elemen secara fisik yang bergerak. Namun, Az Zikra memiliki metode dan koridor sendiri yang harus dijaga. Kita tidak menganggap salah kelompok Islam yang memerangi kemungkaran secara fisik. Az Zikra senantiasa mendukung dan berada dalam gerak dan barisan (shaf) yang sama.”

Bagaimanapun, kata Ustadz Syukur, harus ada sinergis untuk berbagi tugas dalam menjalankan risalah dakwah. Ada sekelompok aktivis dakwah yang menanam padi, dan ada pula yang menjaga tikusnya. “Namun, bukan berarti jalan masing-masing. Keduanya harus saling mengisi dan sinergis untuk menghadapi musuh bersama.  Yakinlah, kita punya Allah Yang Maha Besar, liberalisasi budaya harus dilawan.  

Ustadz Syukur mengingatkan, sebagai aktivis dakwah, seyogianya tidak boleh kecewa dalam berdakwah. Yang  kita tuju bukanlah hasil, tapi melaksanakan kewajiban untuk berdakwah. Di zaman Rasul Saw pun, kemaksiatan dan para penyembah selain Allah tetap ada. Karena itu tugas kita sebagai pendakwah adalah  mengajak dan meluruskan yang tersesat.

“Sebuah keniscayaan, setiap penyeru kebaikan dan kebenaran akan selalu berhadapan dengan para penentangnya. Ketika kemaksitan dipromosikan sebesar-besarnya, maka kebaikan pun harus dipromosikan dengan sebesar-besarnya pula. Kita harus fight untuk menampilkan Islam yang indah,” ujar Ustadz.

Kritik Ucapan Ketua PBNU
Dalam sambutannya, da’i asal Nuuwar (sebutan lain Papua) Ustadz Fadzlan Rabbani Garamatan mengkritik Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj yang mengatakan, sejuta Lady Gaga iman warga NU tidak akan berkurang.

“Sungguh memalukan, jika ada ulama yang mengatakan kata yang tidak pantas. Seharusnya ulama seperti beliau tegas mengatakan yang hak itu hak dan batil itu batil. Bukalah mata hati. Besarkan nama Allah, jangan besarkan setan ini (Lady Gaga). Dulu umat Islam dijajah oleh Kolonial Belanda, kini dijajah oleh musuh melalui kebudayaan,” kata Ustadz Fadzlan.

Hal senada juga dikatakan Ketua AQL Ustadz Bachtiar Nasir yang juga Sekjen MIUMI. “Para ulama, asatiz, orang baik, orang shaleh, bersatulah dalam menegakkan amar maruf nahi mungkar. Jika kita bersatu, yakinlah pertolongan Allah pasti datang.”

Majelis Ulama Indonesia, Majelis Taklim, tidak bisa jalan sendiri. 
Majelis Zikir Az Zikra yang banyak berzikir, 
FPI yang berjuang sendiri, 
NU yang imannya kuat, 
Muhammadiyah yang pendidikannya bagus, 
Persis yang akidahnya kokoh, 
Salafi yang kuat dalilnya, 
tasawuf yang kuat munajatnya, hendaknya bersatu padu seperti bangunan yang kokoh, bukan yang rapuh. Jika kita tidak bersatu, jangan harap pertolongan Allah datang.

Yakinlah, doa adalah senjata terakhir orang beriman yang paling dahsyat. Ketika kita berdoa dan bersatu padu, maka bergetar seluruh penduduk langit. Allah menjadi saksi dan akan menurunkan bala tentara-Nya.

“Ketika kita bertawakal, rahmat Allah turun, dan Dia pasti memenuhi janji-Nya. Allah bersama orang beriman. Yakinlah, kebatilan pasti hancur, kemenangan akan datang, konser Setan Gaga wajib gagal,” doa Ustadz Bachtiar Nasir dengan suara bergetar, seraya meneteskan air mata.  

Kutipan :
Desastian / VoA-Islam

Senin, 28 May 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar