Laman

Minggu, 18 Maret 2012

Dewan Adat Dayak Kalbar: Kami Tidak Pernah Melarang FPI

 
Yakobus Kumis
Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar

“Kami mengimbau masyarakat Kalbar agar tidak terprovokasi jika menerima pesan via SMS berkaitan insiden di Asrama Mahasiswa Pangsuma. Itu tidak benar dan bisa memancing pertikaian serta memicu situasi menjadi tidak kondusif,” kata Safaruddin saat memediasi pihak FPI dengan DAD Kalbar di Polresta Pontianak, Rabu (14/3) pukul 22.00 WIB.

Mediasi dihadiri Ketua DPW FPI Kalbar Habib Muhammad Iskandar Al-Kadrie, Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar, Yakobus Kumis, Ketua DPC FPI Kota Pontianak, Habib Ishaq Ali, dan Wakil Wali Kota Pontianak, Paryadi, serta beberapa tokoh masyarakat Kalbar lainnya.

Dalam dialog tersebut, Ketua DPW FPI Kalbar Habib Muhammad Iskandar Al-Kadrie mengaku sudah menerima pesan singkat (SMS) dari Ketua Umum DPP FPI Habib Rizieq Shihab. Isi SMS, Habib Rizieq meminta semua pihak agar mengedepankan dialog untuk mencari solusi dan pihaknya akan mendoakan agar Allah melindungi.

Sementara Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar, Yakobus Kumis mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah lama ingin berdialog dengan FPI. Keinginan itu baru tercapai ketika Habib Rizieq berkunjung ke Pontianak memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Saya sebenarnya sudah lama ingin menjalin komunikasi dengan FPI. Dan baru kemarin saya bisa berdialog langsung dengan Habib Rizieq. Maksudnya, saya tidak mau main di belakang karena dialog merupakan salah satu yang terbaik untuk menjalin komunikasi,” katanya.

Yakobus Kumis juga mengimbau jangan ada gerakan apapun terkait insiden yang terjadi di Asrama Mahasiswa Pangsuma Pontianak. “Setelah proses mediasi ini, kami minta jangan ada gerakan apapun. Lebih baik jika ada persoalan kita selesaikan dengan dialog,” imbaunya.

Selain itu, dia menegaskan bahwa Gubernur Kalbar, Cornelis, tidak pernah melarang FPI di sini. “Jadi, jangan mudah terprovokasi oleh SMS yang menyesatkan. Kita ini mau hidup berdampingan antar-satu sama lainnya,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muharrom Riyadi dan meyakini mahasiswa yang berdomisili di Asrama Mahasiswa Pangsuma tidak tahu apa-apa soal ini. “Saya yakin mahasiswa tidak tahu apa-apa mengenai persoalan ini,” ujarnya.



Diposting Jum'at, 16-03-2012 | 11:17:39 WIB

Kutipan :
muslimdaily / kalbaronline
Jum'at, 16 Mar 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar